Posted by: gembloeng on: March 30, 2008
Ookay… gue dapet dua kasus yang mirip dan sebenernya rada langka.
CASE #1
Laki-laki dewasa dengan luka bekas seperti cambukan di seluruh badannya, meriang, kejang-kejang, kesakitan. This guy was said to be dihakimi oleh massa karena dituduh mencuri. Keluarganya bawa ke IGD dan meng-klaim bahwa tuduhan itu nggak benar dan tidak ada buktinya karena si pasien ini ada di tempat lain dan saat ditangkap itu bukan on the site tapi dikepruk di tempat lain. Oh well, that’s not what matters kan?
Intinya, kenapa ini orang menggigil gak karuan? Luka nyeri, obviously. Dan sekarang ada demam. Selidik punya selidik *emang pulisi?* keluarga korban ternyata mempermasalahkan cambuk yang dipake oleh pengeroyok, karena cambuknya dari buntut ikan pari, which was known for causing the death of Steve Irving, the crocodile man.
Ookay.. now what do I do? Hehehe. Simple. What I did was, and this is recommended for all Stingray sting cases, ambil air panas/hangat, kompres tempat luka-lukanya. It’ll relieve the pain and somehow reduce the toxicity. Jadi prinsipnya adalah sebenernya sengatannya sendiri tidak mematikan seketika, tapi memang painful sekali. Kompres panas itu merangsang kulit untuk lebarin pori-pori jadi toxin-nya akan keluar. I know di kasus gue ini belum tentu karena itu since itu cambuk udah dikoleksi artinya ya kemungkinan besar toxin-nya dah nggak ada, but who knows? And in the end, si pasien merasa lebih nyaman, padahal gue belum kasih analgetik.
CASE #2
Nah, yang ini beda lagi. Anak kecil, lagi bobo’ bangun kesakitan dan di situ ada seekor… KALAJENGKING. Yep, Milo the scorpion. *if you know what I mean… hahaha* Haiyaa.. ada lagi yak yang aneh-aneh begini.
Prinsipnya malah kebalikan dari stingray. Kalo di kasus scorpio, the recommended action adalah kompres tempat gigitan dengan es batu. Kalo perlu tambahkan antihistamin, dan kortikosteroid topikal. Bisa juga ditambah dengan Diphenhydramin injeksi kalo gatal sekali. Abis itu ya disarankan tanya-tanya ke veterinarian punya serumnya nggak.
CASE #3
Yang ini sebenernya udah lama, tapi worth to mention kayaknya di topik ini. Snake bite. Ini sama repotnya. Repot di nyari terapi alias serumnya. Nggak pernah di-stok karena jarang, dan harganya mahal… Caranya gampang, kalo ada luka gigitan ular, siapin SABU (Serum Anti Bisa Ular), injeksi setengahnya di luka bekas gigitan, dan sisanya intramuskular. Done. Selanjutnya ya tinggal liat reaksinya. Dulu pernah dapet juga yang kegigit ular gini, tapi dibawa pas orangnya udah gagal nafas, dan sudah terganggu sistem saraf lainnya. Sampe di IGD ya tinggal berdoa. Udah gitu pas gue buka luka bekas gigitannya (dateng dalam keadaan terbalut rapet) di situ ada item-item nempel di tempat gigitan. Gue tanya keluarganya, ini apa dan jawabannya adalah… jantung kodok. Kata mereka itu antidote untuk gigitan ular..
Moral of the Story:
Gue banyak belajar sebenernya dari internet untuk yang beginian. Soalnya ya kasusnya jarang sih. But the bright side is, I’m learning new stuffs here.
Recent Comments